Sejarah Dan Fungsi Candrasa yang Harus Kamu Tahu!

By | December 17, 2019

soalbelajar.web.id –  Sejarah Dan Fungsi Candrasa. Kita harus bersyukur karena hadir di era serba bisa dengan teknologi yang memudahkan kehidupan kita. Bayangkan jika kita masih berada di masa prasejarah, di mana semua peralatan dan makanan masih sangat terbatas. Jangankan kompor yang bisa dinyalakan hanya dengan sekali klik, untuk memasak makanan saja mereka masih menyalakan api hanya dengan menggesekkan antara satu batu dengan batu lainnya.

Pada 3000 SM itu adalah awal dari pergeseran dari zaman batu ke zaman logam. Di zaman logam inilah banyak alat dibuat oleh manusia, salah satunya bernama Candrasa. Benda ini merupakan benda prasejarah yang ditemukan pada zaman logam, terbuat dari perunggu yang secara tipologis masuk pada kelompok kapak upacara dan bukan kapak berburu. Ini karena bentuknya yang indah, unik, berpola geometris pada batangnya, juga lebih pendek bentuknya dan memanjang ke pangkal.

Jika dilihat dari jenis peralatan yang diproduksi pada zaman logam pada zaman prasejarah, terutama peralatan perunggu, ada dua jenis kapak, yaitu kapak corong atau sepatu dan kapak seremonial. Nah, candrasa ini termasuk dalam kapak seremonial karena kapak jenis ini digunakan sebagai sarana melaksanakan ritual tradisional yang berkaitan dengan aliran kepercayaan atau sistem perayaan tradisional. Beberapa ahli bahkan menyampaikan bahwa kapak ini telah digunakan oleh Prabu Dasamuka, raja kerajaan Alengka. Jelas di sini bahwa fungsinya adalah sebagai tanda kebesaran bagi penguasa pada masa itu.

Candrasa ini adalah kapak corong tetapi dengan sapuan khusus dan artistik. Kapak perunggu jenis ini ditemukan oleh warga di Dusun Badran, Kecamatan, Batuwarno, Wonogiri, Jawa Tengah. Benda ini juga telah ditemukan di daerah Bandung, Jawa Barat dan bahkan telah disimpan di museum. Ada juga yang menemukannya di Yogyakarta dan Pulau Roti, sebuah daerah di Nusa Tenggara. Bahkan ada juga yang menemukannya di Sumatra Selatan, Bali, Sulawesi Tengah dan Selatan, Pulau Selayar, dan Irian dekat Danau Sentani.

Hasil Budaya Zaman Logam

Seiring waktu berubah, pemikiran manusia juga semakin maju dan berkembang. Awalnya manusia hanya menggunakan batu dan kayu untuk membantu kebutuhan sehari-hari. Tetapi setelah ditemukan logam, perlahan manusia mulai membuat benda dari logam juga. Hasil budaya di era logam atau perunggu antara lain adalah:

1. Kapak corong

Kapak ini memiliki bentuk seperti corong pada batang yang kemudian disematkan pada kayu. Kapak ini juga dikenal sebagai kapak sepatu, karena bentuknya yang menyerupai sepatu sementara tangkai kayu disematkan seperti kaki. Candrasa termasuk kedalam kapak corong tetapi bentuk dan fungsinya berbeda. Benda ini merupakan jenis kapak yang digunakan untuk keperluan tradisional dan bukan jenis kapak yang difungsikan untuk berburu maupun bercocok tanam.

2. Nekara

Nekara adalah objek prasejarah yang dianggap suci dan sebagai simbol status suatu suku. Benda ini dijadikan sebagai instrumen perkusi dan sebagai penabuh genderang perang. Bahkan untuk menandai acara sakral seperti permintaan hujan.

3. Patung perunggu

Arca perunggu paling banyak bentuknya menyerupai manusia atau hewan. Patung ini memiliki bentuk kecil disertai dengan cincin sebagai pengait sehingga tidak menutup kemungkinan digunakan juga sebagai liontin pada perhiasan.

4. Perahu

Perahu peninggalan perunggu ini terbuat dari batang pohon, yang kemudian dikeruk kayunya sehingga cekung seperti lesung pipit.

Objek prasejarah yang telah berhasil diteliti dan ditemukan oleh para arkeolog adalah saksi bisu akan pola pemikiran dan kemampuan manusia yang terus berkembang. Oleh karena itu, kita juga harus bersyukur hidup dizaman yang serba modern seperti sekarang ini. Demikian sedikit ulasan sejarah candrasa dan fungsinya. Semoga bermanfaat bagi pembaca semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *