Pengertian Waruga Beserta Fungsinya

By | December 4, 2019

soalbelajar.web.id – Pengertian Waruga Beserta Fungsinya! Masih banyak yang tidak mengetahui apa itu waruga, padahal bukan hal yang asing di Indonesia. Waruga merupakan sebutan yang diambil dari Bahasa Minang dan berasal dari daerah yang sama untuk kuburan yang terbuat dari batu yang memiliki bentuk bulat atau kubus yang mempunyai tutup seperti atap rumah.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa waruga ialah makam atau kubur orang Minahasa untuk leluhur, dengan bahan-bahan pembuatan dari batu dan terbagi menjadi dua bagian yaitu bagian bawah serta bagian atap.

Demi menjelaskan pengertian waruga, untuk bagian bawah, dibuat standar makam seperti biasanya yaitu berbentuk kotak dengan adanya ruang di bagian tengah untuk menyimpan mayat atau jenazah. Sedangkan bagian atas dibuat serupa dengan atap dan terdapat pahatan-pahatan manusia, tumbuhan, hewan, maupun pahatan bentuk lain.

Waruga sudah ada sejak zaman batu besar atau zaman megalitikum, dan masih ada hingga sekarang. Fungsi dari waruga sendiri sama seperti fungsi untuk sarkofagus, yaitu sebagai tempat untuk penyimpanan jenazah, peti, atau makam. Perbedaannya, untuk waruga jenazah yang disimpan di dalamnya harus jongkok dan terlipat.

Agar waruga ini tidak hilang ditelan zaman, maka diadakan penataan di tahun 1976 untuk waruga. Lalu di tahun 1978 bisa dilihat hasilnya, waruga dikumpulkan dalam satu tempat yang saat ini dinamakan Taman Waruga Sawangan. Jadi, kamu jangan hanya mengetahui pengertian waruga, tetapi juga kabar dari waruga di zaman modern seperti saat ini.

Menurut orang Minahasa Utara sendiri, waruga bukan benda sembarangan dan terbilang berharga. Waruga adalah tempat penitipan sementara untuk jiwa-jiwa para leluhur di sana. Sedangkan untuk konsep dari orang-orang Kristiani, waruga tidak ada bedanya dengan kuburan pada umumnya.

Agar pengertian waruga bisa lebih jelas, untuk menyimpan jenazah di dalam waruga, terdapat beberapa cara-cara yang harus dilakukan dan ditaati. Di antaranya, jenazah yang dimasukkan ke dalam waruga harus dihadapkan ke arah utara. Lalu, jenazah dibuat untuk duduk, tumit kaki harus menempel pada bokong (pantat) dengan kepala dari jenazah mencium lutut.

Awalnya, waruga tidak hanya dikumpulkan dalam satu tempat, tetapi juga tersebar di beberapa wilayah Sulawesi Utara, yaitu Minahasa, Minahasa Utara, dan Tomohon. Sedangkan untuk penempatan waruga, dapat diletakkan di perkebunan, halam rumah, bahkan ada pula di area perkantoran. Beberapa waruga memang masih terawat baik, tetapi ada pula yang juga sengaja dirusak. Akibat ada yang dirusak itulah waruga kemudian dikumpulkan dalam satu tempat seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Setelah waruga disatukan di Taman Waruga Sawangan, hal ini justru membuat wisatawan menjadi tertarik. Bahkan, dalam sehari pengunjung taman waruga tersebut bisa sampai ratusan wisatawan. Dalam pengertian waruga, cara pembuatannya terbilang mistis, maka dari itu dihimbau kepada seluruh wisatawan yang datang berkunjung agar tidak merusak waruga yang ada di dalamnya.

Selain mistis, pembuatan waruga ini pun bisa dibilang unik. Alasannya adalah karena pemilik waruga membuatnya sendiri untuk jenazahnya nanti ketika ia meninggal dunia. Menurut warga setempat, dulu orang-orang Minahasa Utara akan membawa dua buah batu besar sambil menyeberangi sungai, dan terkadang mereka melakukan itu sambil menggendong anak.

Informasi mengenai pengehentian digunakannya waruga masih belum jelas, dan tidak ada yang mengetahuinya. Data yang ada, waruga dihentikan sekitar tahun 1800-an. Penyebab pastinya pun masih belum diketahui dengan pasti juga, tetapi orang-orang mempercayai pada masa itu banyak yang terkena penyakit kolera sehingga waruga tidak tertutup secara baik. Itulah ulasan mengenai pengertian waruga. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *