Kelebihan dan Kekurangan Teori Waisya

By | December 4, 2019

Soalbelajar.web.id – Kelebihan dan Kekurangan Teori Waisya terkait Persebarannya di Indonesia. Siapa yang tidak tahu bangsa Arya? Bangsa yang memiliki tubuh berkulit putih, berbadan tinggi, dan hidungnya mancung. Bangsa Arya berkaitan erat dengan pertumbuhan agama Hindu. Bangsa ini termasuk Indo-Jerman dari Asia tengah yang mengembara ke berbagai belahan dunia. Melalui celah Kayber Bangsa Arya masuk ke India dan menetap di Punjab kemudian berbaur dan beradaptasi dengan penduduk asli sana.

Sedangkan bangsa aslinya adalah Bangsa Dravida yang memiliki kulit gelap dan berhidung pesek. Bangsa Arya sendiri kepercayaan berbentuk polytheisme yaitu memuja banyak dewa. Trimurti merupakan tiga dewa utama dari Hindu yaitu Dewa Brahma, Dewa Shiwa, dan Dewa Wisnu. Sedangkan di daerah perkembangannya yang pertama terdapat di lembah sungai Gangga yang disebut Aryavarta atau Negeri Bangsa Arya dan Hindustan atau Tanah Bangsa Hindu.

Di agama Hindu terkenal akan teori Waisya yang memperkenalkan kasta. Untuk merespons sistem kasta di agama Hindu muncullah agama Budha yang disebarkan oleh Sidharta Budha Gautama. Menurut penelitian, teori Waisya dikemukakan oleh N. J Krom. Sebuah teori yang menyatakan bahwa penyebaran agama Hindu ke Indonesia dibawa oleh orang-orang India yang memiliki kasta Waisya sesuai aturan agama Hindu. Lalu, apa kelebihan dan kekurangan teori Waisya?

Kelebihan Teori Waisya

Waisya merupakan kelompok pedagang, dengan adanya sumber daya alam yang kaya di Indonesia menyebabkan mereka tertarik untuk datang ke Indonesia. Nah, kebanyakan mereka datang dari India yang merupakan pusat agama Hindu, dari sana mulailah penyebaran dari agama Hindu dan Budha.

Kelemahan Teori Waisya

Zaman dahulu, orang-orang berkomunikasi menggunakan bahasa sansekerta. Kekurangan teori Waisya adalah dari pembawanya yang belum menguasai bahasa sansekerta. Sedangkan bahasa sansekerta dan Pallawa biasanya dikuasai oleh kasta Brahmana.

Selain itu, banyak sekali bantahan dari para sejarawan terkait persebaran teori ini dari kaum pedagang. Hal ini disebabkan oleh:

Motif

Motif yang mendasari para pedagang adalah berdagang bukan untuk menyebarkan teori Waisya. Ini menjadi salah satu kekurangan teori Waisya karena motif dasar kedatangannya ke Indonesia. Kedatangan mereka pun tidak membawa dampak perubahan yang besar untuk agama Hindu-Budha di Indonesia.

Domisili Kaum Waisya

Kebanyakan kaum Waisya bermukim di area pantai untuk memudahkan perdagangan yang dilakukan. Sedangkan mereka masuk ke pusat kota hanya untuk sekadar mengisi perbekalan atau kebutuhan lainnya untuk perjalanan selanjutnya atau sekadar menunggu cuaca yang tepat untuk berlayar. Sedangkan kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia sendiri terletak di pedalaman. Sehingga, secara logika akan sangat tidak mungkin bahwa persebarannya dilakukan oleh kaum Waisya.

Kaumnya Mirip Rakyat Biasa

Meskipun ada perkampungan pedagang, nyatanya hal ini pula menjadi kekurangan teori Waisya karena perkampungan tersebut lebih mirip dengan perkampungan rakyat biasa ketimbang pengajaran terkait kepercayaan agama Hindu-Budha. Aktivitasnya pun hanya perdagangan keliling sehingga perekonomiannya pun sama dengan penduduk setempat.

Tugas Menyebarkan Agama

Kaum Waisya tidak memiliki tugas untuk menyebarluaskan agama Hindu-Budha karena sebenarnya yang bertugas menyebarkannya adalah kaum Brahmana. Mereka yang menguasai bahasa sansekerta dan Pallawa.

Tulisan di Prasasti

Dari tulisan di prasasti-prasasti yang ada di Indonesia terbukti bahwa ini menjadi  yang terakhir. Tulisan di prasasti-prasasti menggunakan bahasa sansekerta yang jelas-jelas dikuasai oleh kaum Brahmana. Hal ini menjadi bantahan keras adanya teori Waisya yang disebarkan oleh kaum pedagang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *