Sejarah Sidang BPUPKI, Ada Kisah Indonesia yang Lainnya.

By | December 22, 2019

soalbelajar.web.id – Mengenal Sejarah Sidang BPUPKI, Ada Kisah Indonesia yang Lainnya. Berbicara tentang Indonesia memang tidak lepas dari kisah perjuangan yang panjang. Kita bahkan selalu diingatkan betapa gigihnya para pahlawan berperang, mempertaruhkan nyawa untuk mendapatkan negara ini. Ini bukanlah hal yang mudah. Dan untuk mendapatkan kemerdekaan butuh waktu beratus-ratus tahun lamanya.

Indonesia tidak hanya di jajah oleh satu negara saja. Tidak hanya Belanda, bahkan Jepang juga menjadi salah satu negara yang sangat menginginkan Indonesia. Masing-masing negara menjajah Jepang dengan berbagai tindak kekerasan. Hal inilah yang memicu para pejuang terdahulu untuk mengupayakan kemerdekaan sesegara mungkin.

Negara terakhir yang menjajah Indonesia sebelum merdeka adalah Jepang. Pada masa itu, Jepang mengambik kesempatan untuk menguasai Indonesia. Mereka berdalih memberikan kemerdekaan kepada masyarakat Indonesia. Yaitu dengan menhizinkan bendera Indonesia berdiri berdampingan dengan bendera Jepang. Untuk membuat masyarakat Indonesia percaya, maka pada tanggal 28 Mei 1945 di bentuklah BPUPKI. Sidang BPUPKI pun berlangsung sehari setelah pembentukan sekaligus peresmiannya.

Kepanjangan BPUPKI adalah Badan Penyidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Hal ini dilakukan oleh pemerintahan Jepang di bawah pimpinan Jendral Kuinaki Koiso. Baginya, dengan membentuk lembaga ini, maka tidak akan terjadi lagi perlawanan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan Jepang.

Pada sidang BPUPKI yang pertama, para pejuang Indonesia berharap akan mendapatkan rumusan dasar negara. Sayangnya, ini sama sekali tidak terjadi. Yang ada hanyalah ketidakjelasan. Geram dengan hal ini, dilaksanakanlah sidang kedua yaitu pada tanggal 10-17 Juli 1945. Sidang ini memang berlangsung seminggu. Cukup lama, karena banyak hal yang menkadi topik pembicaraan saat itu. Dan lagi-lagi, tidak ada titik terang yang menguntungkan bagi pihak Indonesia.

Geram dengan hal ini, pada tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI resmi dibubarkan. Para pejuang Indonesia memilih untuk bertindak sendirian. Mereka mengupayakan kemerderkaan Indonesia dalam waktu yang segera. Artinya, persiapan benar-benar dilaksanakan. Oleh sebab itu terbentuklah PPKI. PPKI merupakan singkatan dari Panitia Pembentukan Kemerdekaan Indonesia. Forum atau Organisasi ini dikepalai oleh Ir. Soekarno sendiri.

Setelah itu, masyarakat Indonesia di bawah pimpinan Ir. Soekarno benar-benar mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Mereka membagi tugas agar kemerdekaan dapat terjadi dengan segera. Mendengar hal ini, Jepang tentu tidak tinggal diam. Terlebih melihat sidang BPUPKI yang dibentuknya dibubarkan. Secara diam-diam Jepang juga merencanakan untuk menggagalkan rencana para pejuang Indonesia.

Ada 21 orang anggota PPKI. Masing-masing mewakili dari berbagai etnis yang ada di Indonesia. 12 Orang berasal dari suku Jawa dan 3 orang berasal dari suku Sumatera. 2 orang berasal dari Sulawesi dan sisanya berasal dari suku Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku dan etnis Thionghoa. Masing-masing hanya di wakili oleh satu orang saja.

Semenjak dibentuknya PPKI, maka sidang BPUPKI juga sudah tidak berjalan lagi. Para pemuda saat itu lebih mendengarkan instruksi beberapa tokoh penting dan juga Ir. Soekarno. Mereka benar-benar menjalankan apa yang diinstruksikan. Dalam kurun waktu yang singkat, kemerdekaan Indonesia harus terjadi. Ini yang membuat para pejuangnya semakin bersemangat karena membayangkan kemerdekaan sudah ada di depan mata. Berbagai persiapan pun dilakukan. Detik-detik kemerdekaan diisi dengan berbagai pertemuan untuk merumuskan dasar negara. Baik itu Pancasila maupun Undang-undang negara.

Sejarah sidang BPUPKI memang tidak terlalu diceritakan. Kebanyakan kisah kemerdekaan berupa perjuangan rakyat dalam mempertahankan Indonesia, yaitu dengan berperang dan menaklukkan sekutu. Tapi, dibalik itu semua, ada negosiasi yang berujung gejolak rakyat Indonesia untuk merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *