Sejarah PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia)

By | December 20, 2019

soalbelajar.web.id –  Sejarah PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau dalam bahasa Jepang disebut Dookuritsu Junbi Iinkai. Panita ini bertugas melanjutkan hasil kerja BPUPKI setelah dibubarkan Jepang tanggal 7 Agustus 1945. Selain itu, tugas PPKI adalah meresmikan pembukaan atau preambule dan batang tubuh UUD 1945. Jendral Terauci meresmikan PPKI tangal 9 Agustus 1945 di Kota Ho Chi Min, Vietnam. Peresmian tersebut dihadiri Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat.

Ketua PPKI yaitu Ir. Soekarno dan wakilnya Drs. Mohammad Hatta. Anggotanya terdiri dari 21 orang. Mereka adalah tokoh utama pergerakan nasional Indonesia yang terdiri dari berbagai etnis Nusantara yaitu, 12 etnis Jawa, 3 etnis Sumatra, 2 etnis Sulawesi, 1 etnis Kalimantan, 1 etnis Nusatenggara, 1 etnis Maluku, dan 1 etnis Tionghoa.

Anggota PPKI adalah Mr. Soepomo, Dr. Radjiman Wedyodiningrat, Soetarjo Kartohadikusumo, R.P. Soeroso, Otto Iskandardinata, Kiai Abdoel Wachid Hasjim, Ki Bagus Hadikusumo, Pangeran Soerjohamidjoyo, Abdoel Kadir, Pangeran Poerboyo, Dr. Mohammad Amir, Mr. Abdul Maghfar, Mr. Teuku Mohammad Hasan, Andi Pangerang, Dr. GSSJ Ratulangi, A.H. Hamidan, I Goesti Ketoet Poedja, Drs. Yap Tjwan Bing, Mr. Johanes Latuharhary.

Lalu anggotanya bertambah 6 orang tanpa sepengetahuan Jepang yaitu, Achmad Soebardjo, Sajoeti Melik, Ki Hajar Dewantara, Kasman Singodimejo, Iwa Kusumasumantri, dan R.A. A. Wiranatakusuma.

Golongan muda tidak menyukai PPKI karena menganggap badan bentukan Jepang yang akan memihak negara penjajah tersebut. Namun di sisi lain, PPKI berguna untuk mempersiapkan kemerdekaan. Sebab terwujudnya Indonesia merdeka memerlukan berbagai persiapan untuk berdirinya suatu negara. Oleh karena itu, cepat atau lambat Indonesia merdeka tergantung pada kinerja PPKI.

Akhirnya, Jendral Terauci atas pemerintah Jepang akan memberikan kemerdekaan pada Indonesia tangal 24 Agustus 1945. Semua persiapan kemerdekaan tersebut diserahkan pada PPKI.

Awalnya, PPKI akan mmengadakan sidang tanggal 16 Agustus 1945, tetapi tidak terlaksana karena terjadi peristiwa Rengasdengklok. Peristiwa tersebut berhubungan dengan menyerahnya Jepang pada sekutu tanggal 15 Agustus 1945. Sebab itulah, golongan muda mendesak agar segera mempersiapkan kemerdekaan.

Golongan muda yaitu, Adam Malik, Soekarni, Sutan Syahrir, Kusnaini, Soedarsono, Soepomo, dan kawan-kawan. Mereka mendesak agar Soekarno segera memproklamirkan proklamasi. Sebaliknya golongan tua tidak setuju. Mereka beralasan bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia harus dipersiapkan secara matang.

Peristiwa Rengasdengklok merupakan penculikan Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta oleh golongan muda. Adam Malik dan Chaerul Saleh membawa mereka ke Rengasdengklok, Karawang pukul 04.30 WIB. Mereka mendesak golongan tua yang diwakili Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, dan Achmad Subardjo dengan golongan muda sampai terjadi kesepakatan pelaksanaan proklamasi.

Akhirnya, tanggal 17 Agustus 1945 proklamasi kemerdekaan dibacakan oleh Soekarno Hatta di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta.

Selanjutnya, tanggal 18 Agustus 1945 PPKI melakukan sidang pertama di Gedung Road Van Indie jalan Pejambon. Sidang itu untuk merubah sila pertama Pancasila karena terjadi perbedaan pendapat antara golongan agama kebatinan, non muslim, dan nasionalis. Sidang itu menghasilkan Piagam Jakarta atau Jakarta Charter.

Kemudian Drs. Mohammad Hata membacakan perubahan tersebut antara lain:

• Kata “Muqaddimah” diganti dengan pembukaan.

• Alinea keempat yang berbunyi “Ketuhanan, dengan kewajibaan menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” diganti menjadi “Ketuhanan yang Maha Esa”.

• Alinea keempat yang berbunyi “Menurut Kemanusiaan yang adil dan beradab” menjadi “Kemanusiaan yang adil dan beradab”

• Pasal 6 ayat (1) UUD 1945 berbunyi “ Presiden ialah orang Indonesia asli dan beragama Islam” menjadi “Presiden ialah orang Indonesia asli”.

Selain itu, PPKI mengesahkan UUD 1945, mengangkat Ir. Soekarno sebagai Presiden dan Mohammad Hatta sebagai wakilnya. Presiden juga dibantu oleh KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat sebelum membentuk DPR dan MPR. Demikianlah beberapa peristiwa yang terjadi selama pembentukan PPKI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *