Mengenal 10 Jenis Pendekatan Pembelajaran

By | January 16, 2020

soalbelajar.web.id -Mengenal 10 Jenis Pendekatan Pembelajaran!. Pendekatan pembelajaran adalah cara untuk memulai pembelajaran. Pendekatan adalah sudut pandang kita mengenai proses pembelajaran. Tujuan dari pendekatan pembelajaran adalah mencapai tujuan pembelajaran secara efektif.

Pendekatan menentukan bagaimana guru mengadakan pembelajaran dan bagaimana siswa memahami materi. Pendekatan yang sesuai akan menciptakan suasana belajar yang kondusif.

Terdapat dua kelompok besar pendekatan pembelajaran, yakni pendekatan yang berpusat pada siswa dan yang berpusat kepada guru. Sedangkan jenis pendekatan pembelajaran ada 10, yaitu sebagai berikut.

Pendekatan Kontekstual

Pendekatan ini dalam bahasa Inggris disebut Contextual Teaching and Learning (CTL). Pendekatan ini membantu guru menghubungkan materi dengan konteks situasi nyata. Dengan demikian, siswa mampu menerapkan yang dipelajari pada kehidupan nyata di masyarakat.

Dalam pendekatan kontekstual, siswa harus memahami apa manfaat materi yang pelajari untuk kehidupan mereka. Dari situ siswa mengembangkan kemampuan untuk menanggapi fenomena sosial di sekitarnya.

Pendekatan Konstruktivisme

Fokus dari pendekatan konstruktivisme adalah meningkatkan kreativitas siswa. Siswa belajar untuk menggunakan pengetahuan yang mereka dapat di sekolah untuk menciptakan gagasan-gagasan baru. Gagasan-gagasan inilah yang akan membantu mereka mengembangkan potensial pribadi dan sebagai warga masyarakat yang bertanggung jawab.
Pendekatan jenis ini termasuk metode yang berpusat kepada siswa.

Peran guru adalah sebagai fasilitator dan pemantik inisiatif siswa. Guru harus bisa mendorong siswa untuk berani dan mampu mengungkapkan ide-ide baru yang berhubungan dengan materi yang dibahas di kelas. Suasana kelas harus interaktif dan menarik sehingga siswa terdorong untuk terlibat langsung dalam pembelajaran.

Pendekatan Deduktif

Pendekatan pembelajaran deduktif didasarkan pada penggunaan logika untuk mengambil keputusan dan memecahkan masalah. Tujuan metode ini adalah supaya siswa bisa membuat kesimpulan berdasarkan premis dan situasi yang ada.

Proses penalaran deduktif diawali dari mempelajari keadaan dan peraturan umum. Sebelum melakukan penalaran, siswa harus memahami secara jelas definisi istilah-istilah penting dan situasi serta konsep yang relevan. Setelah memahami gambaran besar situasi, siswa diajak untuk mengaplikasikan yang mereka pelajari untuk kasus yang spesifik.

Pendekatan Induktif

Pendekatan induktif adalah kebalikan dari pendekatan deduktif. Metode penalaran induktif mengambil kesimpulan permasalahan dari yang khusus untuk diaplikasikan kepada keadaan pada umumnya.

Pertama-tama, guru memberikan studi kasus, contoh, atau fakta yang merupakan cerminan dari sebuah konsep. Dari contoh yang spesifik itu siswa diajak untuk menemukan dan merumuskan prinsip dasar dari konsep tersebut pada umumnya.

Contoh pendekatan induktif misalnya dalam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan siswa mempelajari tentang tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan. Dari sana guru mengajak siswa merenungkan apa yang bisa diteladani dari para pahlawan untuk menjadi model kehidupan sebagai warga negara Indonesia yang baik.

Pendekatan Konsep

Konsep adalah struktur mental yang dibentuk dari observasi serta pengalaman. Konsep adalah dasar pemahaman bidang apa pun. Pendekatan konsep bertujuan untuk membimbing pelajar dalam memahami konsep secara benar supaya tidak terjadi kesalahpahaman konsep.

Dalam metode ini, peserta didik diajak untuk memahami sebuah konsep serta subkonsep yang terkandung di dalamnya. Tetapi, cara ini tidak menjelaskan bagaimana suatu konsep dirumuskan, yang akan dijawab melalui jenis pendekatan selanjutnya yakni pendekatan proses.

Pendekatan Proses

Pendekatan proses adalah pendekatan yang mengajak siswa untuk memahami proses perumusan suatu konsep. Jika pendekatan konsep berorientasi dengan hasil yaitu definisi dan karakteristik konsep, pendekatan proses berfokus kepada proses sesuai dengan namanya. Pendekatan ini memiliki sifat berorientasi kepada siswa.

Saat melakukan pendekatan proses, guru harus memberikan contoh bahkan mengajak siswa melakukan percobaan. Peserta didik belajar untuk melakukan pengamatan, merencanakan proses penelitian, menjelaskan hasil akhir, dan menyimpulkannya. Tujuan pendekatan ini adalah pembentukan pola pikir, kemampuan psikomotorik, ketelitian, dan kedisiplinan dalam bekerja.

Pendekatan Open-Ended

Pendekatan Open-Ended berfokus kepada permasalahan-permasalahan yang memiliki lebih dari satu jawaban. Guru menghadapkan siswa kepada soal terbuka sehingga siswa belajar untuk tidak berpikir secara absolut karena ada lebih dari satu jawaban yang benar. Sehingga tujuan pendekatan ini bukan mengajarkan siswa jawaban yang benar. Tujuan pendekatan ini lebih kepada membimbing siswa untuk berpikir secara kritis dan memperhitungkan berbagai kemungkinan, faktor, dan cara-cara yang bisa diambil untuk menyelesaikan suatu masalah.

Dalam melakukan pendekatan pembelajaran open-ended, guru memberikan soal terbuka kepada siswa. Metode pembelajaran harus bisa membantu siswa untuk menemukan lebih dari satu solusi potensial yang bisa diambil. Kesimpulan yang diambil juga tidak bisa seragam.

Dengan pendekatan open-ended, siswa ditantang untuk mengasah kreativitas dan kemampuan logika mereka. Guru harus bisa menciptakan lingkungan kelas yang interaktif di mana siswa merasa aman untuk berpendapat tanpa takut salah. Guru juga harus menjadi fasilitator agar semua siswa bisa menyumbangkan idenya dalam diskusi kelas.

Pendekatan Ilmiah (Saintifik)

Sesuai dengan namanya, pendekatan ilmiah berhubungan dengan ilmu pengetahuan. Siswa diajak untuk mengembangkan kemampuan yang penting dalam proses penelitian ilmiah, seperti mengamati, menganalisis, melakukan percobaan, dan membuat kesimpulan untuk sebuah permasalahan.

Pendekatan ini cocok digunakan untuk mata pelajaran sains, baik ilmu pengetahuan alam seperti biologi dan kimia maupun ilmu pengetahuan sosial seperti sosiologi dan geografi. Tujuan pendekatan ini adalah supaya siswa bisa berpikir secara kritis, teliti, dan objektif.

Pendekatan Realistik

Pendekatan realistik adalah salah satu pendekatan yang biasa dipakai untuk mengajarkan matematika. Pendekatan realistis adalah metode yang menggunakan masalah dari dunia nyata atau studi kasus sebagai panduan dalam belajar matematika.Dalam bahasa Inggris pendekatan ini disebut Realistic Mathematic Education (RME).

Dalam RME, guru menggunakan persoalan matematika yang berhubungan dengan hal-hal yang familier untuk menarik minat siswa. Matematika sering dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang teoretis sehingga sulit dipelajari. Tetapi, jika matematika disajikan dalam konteks kehidupan sehari-hari, siswa akan bisa mendapatkan pemahaman konkret dan mengaplikasikan apa yang mereka pelajari dalam kehidupan mereka.

Pendekatan RME berpusat kepada siswa, sehingga guru harus bisa mengajak siswa untuk berpartisipasi secara aktif di kelas. Guru harus menciptakan lingkungan belajar yang dinamis sehingga siswa bisa berdiskusi dan bekerja sama dengan teman-teman sekelasnya. Tidak hanya belajar matematika, siswa juga belajar untuk mengkomunikasikan pemikirannya secara jelas dan baik, serta belajar untuk menghargai pendapat teman-temannya.

Pendekatan Sains, Teknologi dan Masyarakat (STM)

Pendekatan STM atau dalam bahasa Inggris Science, Technology, and Society (STS) memadukan pendidikan sains dan teknologi dengan isu-isu sosial di masyarakat.

Dengan pendekatan STM, siswa belajar untuk menjadi individu yang tidak hanya cerdas tetapi juga kritis dan peka terhadap lingkungannya. Peserta didik ditantang untuk menggunakan apa yang mereka pelajari mengenai sains dan teknologi untuk merespons masalah-masalah yang terjadi di sekeliling mereka.

Demikianlah kesepuluh jenis pendekatan pembelajaran yang biasa diterapkan di kelas. Semoga penjelasan tersebut bermanfaat dan dapat membantu pendidik dalam menciptakan generasi penerus yang cerdas dan bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *