Pengertian dan 4 Jenis Prinsip Geografi!

By | January 16, 2020

soalbelajar.web.id – Pengertian dan 4 Jenis Prinsip Geografi!. Geografi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang banyak dipelajari di dunia. Bahkan kita sudah dikenalkan dengan geografi sejak di bangku sekolah. Apalagi jika kita mengambil jurusan IPS di SMA.

Sebagai manusia, kita hidup di bumi dan berinteraksi tidak hanya dengan manusia lainnya, tetapi juga hewan, tumbuhan, dan alam. Dengan mempelajari geografi, kita akan lebih bisa memahami peran kita sebagai manusia di muka bumi. Dari situ kita bisa menjadi manusia yang lebih baik dan peduli terhadap lingkungannya.

Tetapi, untuk memahami geografi terlebih dulu kita harus mempunyai pengertian akan prinsip geografi. Prinsip-prinsip ini adalah dasar untuk memahami semua fenomena yang terjadi di bumi. Apa sajakah prinsip-prinsip itu? Bagaimana penerapannya? Yuk kita simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Geografi

Geografi atau disebut juga ilmu bumi adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari bumi. Selain membahas bentuk permukaan bumi, geografi juga membahas kehidupan yang ada di bumi dan hubungan antara makhluk-makhluk yang tinggal di planet ini.

Ilmu ini dibagi lagi menjadi beberapa cabang. Beberapa cabang geografi adalah geografi fisik yang mempelajari fenomena alam, geografi manusia yang mempelajari interaksi antara kelompok manusia dan masyarakat, dan geografi manusia-lingkungan yang merupakan gabungan keduanya.

Sedangkan aspek dari geografi ada dua, yaitu aspek fisik dan aspek sosial. Aspek fisik membahas semua unsur dunia fisik seperti topografi, tumbuhan, dan hewan. Sebaliknya, aspek sosial berfokus kepada manusia dan meliputi faktor budaya, sosial, ekonomi, politik dan lain-lain.

Jadi, bisa kita simpulkan bahwa geografi adalah cabang sains yang bertujuan untuk memberikan deskripsi ilmiah mengenai fenomena yang terjadi di muka bumi. Bidang ilmu ini dianalisis melalui beberapa prinsip dasar.

Pengertian Prinsip Geografi

Dalam mempelajari geografi kita harus familiar dengan prinsip geografi yaitu asas-asas yang mendasari ilmu bumi. Prinsip-prinsip ini menjadi patokan bagi ilmuwan untuk menjelaskan fenomena yang terjadi di bumi.
Terdapat 4 jenis prinsip geografi, yaitu:

1. Prinsip distribusi
2. Prinsip interelasi
3. Prinsip deskripsi
4. Prinsip korologi

Keempat prinsip itu menjadi panduan bagi kita untuk lebih mudah memahami fenomena geografi di sekitar kita. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai pengertian keempat prinsip tersebut dan contohnya di kehidupan sehari-hari.
Prinsip Distribusi (Penyebaran)

Prinsip distribusi sering dikatakan sebagai kunci paling penting dalam bidang ilmu geografi. Mengapa demikian?
Prinsip ini menyatakan bahwa gejala atau fenomena geografi tersebar di bumi secara tidak merata, baik biota, manusia, ataupun fitur alami suatu daerah. Misalnya, ada beberapa spesies tumbuhan dan hewan yang hanya ditemui di daerah tertentu.

Karena ketidak rataan penyebaran itu, kita membutuhkan alat bantu untuk memahaminya, seperti peta untuk mengidentifikasi daerah penyebaran sebuah fenomena khusus.

Dengan mengidentifikasi penyebaran, ahli geografi dapat mempelajari hubungan antara sebuah fenomena dengan fenomena lainnya secara menyeluruh. Bahkan dari situ bisa dilakukan prediksi untuk keadaan pada masa yang akan datang.

Salah satu contoh prinsip distribusi adalah persebaran flora dan fauna yang tidak sama di daerah-daerah di Indonesia. Pastinya kamu sudah pernah mendengar mengenai Garis Weber dan Garis Wallace. Kedua garis imajiner ini membagi Indonesia menjadi tiga wilayah sesuai dengan tipe fauna yang ditemui, yaitu zona Asiatis di Indonesia Barat, zona peralihan di bagian tengah, dan zona Australis di Indonesia Timur. Bisa dilihat bahwa kedua garis ini menunjukkan prinsip distribusi dalam contoh geografi negara kita.

Contoh lainnya adalah persebaran potensi air yang berbeda-beda di seluruh dunia. Ada daerah yang sangat subur seperti di hutan hujan, sedangkan ada daerah yang selalu kekeringan seperti di gurun pasir. Perbedaan potensi air antara satu tempat dengan yang lainnya bisa dijelaskan dengan prinsip distribusi.

Prinsip Interelasi (Keterkaitan)

Prinsip geografi yang kedua adalah prinsip interelasi. Interelasi berarti keterkaitan. Prinsip ini dapat menjelaskan hubungan antara gejala geografi yang satu dengan gejala lainnya dalam satu ruang geografis atau wilayah.

Pada dasarnya tidak ada gejala geografi yang berdiri sendiri karena akan dipengaruhi gejala-gejala lain di ruangan yang sama. Nah, prinsip interelasi ini gunanya adalah untuk menjelaskan hubungan antara gejala-gejala yang ada.
Para cendekiawan mengatakan bahwa prinsip ini menunjukkan hubungan antara gejala fisik, antara gejala sosial, dan antara gejala fisik dan sosial. Dari penggambaran hubungan-hubungan yang ada, karakteristik suatu ruangan geografis dapat diungkapkan.

Salah satu contoh penerapan prinsip interelasi untuk menganalisis hubungan antara gejala fisik adalah fenomena banjir di daerah hilir yang diakibatkan karena penebangan hutan di daerah hulu. Perbuatan manusia terhadap alam yaitu menebang hutan mengakibatkan kerusakan alam di wilayah sekitar.

Contoh lainnya adalah pekerjaan penduduk yang menyesuaikan dengan lingkungan alam sekitarnya. Misalnya, penduduk di daerah pesisir pantai banyak yang menjadi nelayan. Selain itu, penduduk Indonesia banyak yang bermata pencaharian petani karena tanah yang subur dan iklim tropis yang mendukung pertumbuhan berbagai tumbuhan pangan. Karena banyak yang bersumber penghidupan dari bertani, masyarakat Indonesia pun disebut masyarakat agraris.

Prinsip Deskripsi (Penggambaran)

Prinsip deskripsi disebut juga prinsip penggambaran. Tujuan prinsip ini adalah untuk memberikan penjelasan secara menyeluruh mengenai pengamatan atas gejala-gejala yang ditemukan di permukaan bumi.

Prinsip deskripsi tidak hanya menjelaskan fenomena geografis secara tertulis. Dapat juga dilakukan secara visual melalui peta, grafik, diagram, dan tabel. Dari penjelasan ini kita dapat memahami karakteristik yang khusus ditemui pada gejala-gejala geografi tertentu secara lebih mendalam. Tidak hanya pemahaman kuantitatif dari data saja, tetapi dari situ bisa diambil kesimpulan kualitatif.

Contoh penerapan prinsip deskripsi dapat ditemui di mana saja di sekitar kita. Tanpa sadar kita sudah menggunakan prinsip ini. Misalnya, dari penelitian mengenai penebangan hutan di Indonesia para ahli membuat deskripsi untuk menggambarkan data yang didapat. Seperti gambar persebaran hutan di Indonesia, tabel yang menunjukkan angka kerusakan hutan, dan grafik yang menunjukkan kecepatan kerusakan hutan dari tahun ke tahun.

Prinsip Korologi (Gabungan)

Prinsip geografi yang keempat adalah prinsip korologi. Prinsip ini disebut juga prinsip gabungan karena menggabungkan ketiga prinsip yang sudah dijelaskan sebelumnya. Tujuan prinsip korologi adalah menelaah sebuah fenomena geografis dari segi persebaran, keterkaitan dengan gejala lain, serta interaksi dan integrasi dalam wilayah geografis tertentu.

Prinsip korologi adalah prinsip yang menyeluruh karena menggabungkan prinsip distribusi, interelasi, dan deskripsi menjadi satu. Prinsip korologi bisa dibilang sebagai karakteristik yang utama dari ilmu geografi modern.

Contoh penerapan prinsip korologi adalah untuk meneliti fenomena hujan di Indonesia kita harus mempertimbangkan beberapa hal. Hal-hal tersebut adalah distribusi curah hujan, penyebab perbedaan curah hujan, dan dampak dari curah hujan di setiap daerah.

Demikianlah keempat prinsip geografi yang wajib kita ketahui. Tidak sulit dipahami bukan? Semoga bermanfaat dan selamat belajar geografi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *