Yuk, Cari Tahu Beberapa Pendekatan Geografi

By | January 12, 2020

soalbelajar.web.id – Yuk, cari tahu beberapa pendekatan geografi! Geografi adalah sebuah ilmu yang mempelajari bumi dan segala sesuatu di dalamnya. Belajar tentang ilmu yang berhubungan dengan geografi memang selalu menarik untuk dipelajari.

Pada kesempatan ini, kami akan membahas mengenai pendekatan-pendekatan dalam ilmu geografi. Menurut para ahli, geografi memiliki 5 pendekatan. Diantaranya yaitu pendekatan keruangan/spasial, pendekatan ekologi/lingkungan, pendekatan regional, pendekatan historis, dan pendekatan sistem.

Nah masing-masing dari tiap pendekatan geografi ini tentunya memiliki sudut pandang yang berbeda. Untuk penjelasan lebih jelasnya dari masing-masing pendekatan di atas akan kami jelaskan di bawah ini. Oleh karena itu silahkan untuk menyimaknya dengan seksama.

Pendekatan Keruangan atau Spasial

Pendekatan pertama yang akan kami bahas adalah pendekatan keruangan. Pendekatan geografi tipe ini adalah pendekatan yang menekankan pada keanekarahaman bentuk muka bumi dengan mempelajari aspek-aspek dimensi yang ada di dalamnya. Kita semua sudah tahu kan bahwa bumi terdiri dari tiga aspek dimensi yaitu dimensi bagian atas (atmosfer), dimensi bagian bawah (litosfer) dan dimensi bagian luasan (hidrosfer, biosfer, dan antroposfer).

Dalam pendekatan geografi, ada yang dimaksud pendekatan keruangan dan ada juga aspek keruangan. Yang menjadi aspek keruangannya adalah lokasi, sosial, kesuburan tanah, budaya, dan lainnya. Aspek keruangan bisa dicontohkan seperti ini: Harga suatu tanah bisa mahal jika tingkat kseburuannya dikatakan tinggi. Ataupun harga suatu rumah bisa sangat mahal jika lokasinya terbilang strategis, misalkan untuk usaha, berdagang, dan lain-lain.

Dari dua contoh di atas kita bisa menarik kesimpulannya bahwa faktor yang menjadikan harga suatu tanah menjadi mahal adalah dipengaruhi oleh tingkat kesuburannya sehingga produktivitasnya akan menjadi sangat tinggi. Sedangkan pada contoh alasan rumah menjadi sangat mahal karena faktor lokasi adalah karena dipengaruhi oleh nilai ruangnya yang strategis. Sehingga bisa dimanfaatkan secara optimal.

Contoh berikutnya mengenai pendekatan geografi dalam pendekatan keruangan adalah dalam mempelajari jenis flora dan fauna di Indonesia. Di Indonesia sendiri flora dan fauna tumbuh dengan penuh keanekaragaman. Ketika ingin mempelajari flora dan fauna yang beranekaragam itu bisa dilakukan dengan menggunakan garis imajiner yang terdiri dari garis Wallace dan garis Weber. Sehingga jika merujuk pada garis tersebut bahwa di Indonesia ini terdapat tiga wilayah persebaran.

Pendekatan Ekologi atau Biasa Disebut Kelingkungan

Pada pendekatan yang kedua ini adalah pendekatan yang menilik pada sudut pandang dimana lebih menekankan terhadap hubungan interaksi maupun inter ralasi yang tejadi antara komponen yang sifatnya fisikal (fisik yaitu bumi) dan sosial. Bisa dikatakan juga sebagai interkasi antara manusia dengan alam tetapo dikaitkan juga dengan fenomena alam yang terkait dengan perilaku dari manusia itu sendiri.

Pada pendekatan geografi kelingkungan atau ekologi ini tidak bisa berjalan begitu saja melainkan harus memerlukan analisis terlebih dahulu yang bisa melihat mengenai keseimbangan suatu ekosistem dalam suatu wilayah. Bisa dicontohkan seperti ini: Suatu lahan berumput pasti akan mengalami perubahan, jika lahan tersebut biasnya menjadi tempat hidup hewan pemakan rumput lalu kemudian ditinggalkan. Baik itu perubahan terhadap kondisi lahannya, ataupun bahkan menjadi lahan kompetisi bagi hewan-hewan lainnya. Peran hutan sendiri sangat penting bagi manusia dan kota. Karena selain sebagai penyeimbang alam, hutan juga berfungsi sebagai penghasil oksigen yang bersih sehingga membatu pencemaran yang terjadi di kota-kota. Apalagi kota-kota besar.

Pendekatan Regional atau Analisis Kompleks Wilayah

Untuk pendekatan regional atau analisis kompleks wilayah adalah salah satu pendekatan geografi yang di mana lebih membandingkan pada berbagai kawasan di muka bumi ini namun tidak melupakan terhadap aspek-aspek keruangan dari setip wilayah yang dibandingkan tersebut secara komprehensif.

Nah sebenarnya pendekatan geografi yang ini adalah gabungan antara dua pendekatan. Yaitu antara pendekatan keruangan atau spasial dengan pendekatan kelingkunga atau ekologi. Pendekatan ini bisa digunakan untuk suatu analisis penelitian. Misalnya: Pemerintah ingin membuat penduduk yang berada di wilayah Indonesia itu merata.

Salah satu solusi untuk menanggulangi permasalahan ketidak merataan penduduk itu adalah dengan melakukan program transmigrasi atau perpindahan penduduk. Suatu daerah dengan penduduk yang lebih padat akan dipindahkan pada suatu daerah yang penduduknya masih sedikit. Analisis dalam pendekatan ini sangat penting sekali dilakukan agar kebijakan yang akan diterapkan berjalan dengan optimal dan sesuai dengan yang telah direncanakan.

Pendekatan Historis atau Kronologis

Jika ketiga pendekatan di atas lebih memfokuskan terhadap bentuk fisik dari bumi seperti tanah, kondisi, flora dan fauna, dan lain-lain. Berbeda dengan pendekatan yang satu ini. Pendekatan historis lebih menekankan pada analisis mengenai proses kronologi dan prediksi terhadap proses suatu gejala atau masalah pada suatu masa yang akan datang.

Analisis pendekatan geografi yang dilakukan misalnya seperti analisis penelitian tentang perkembangan suatu kota. Analisis tersebut bisa lebih terbantu jika menggunakan sebuah peta, sehingga perkembangan pola suatu wilayah dari waktu ke waktu bisa diketahui dengan mudah.

Pendekatan Sistem

Pendekatan sistem adalah pendekatan terakhir dalam ilmu geografi. Pendekatan ini adalah suatu pendekatan di mana yang melihat benda sebagai bagian yang kecio menjadi bagian dari keseluruhan yang lebih besar yang kemudian bisa diterapkan pada masalah yang merupakan suatu sistem. Dalam pendekatan ini ada yang disebut sistem dan ada yang disebut subsistem. Sistem adalah gejala utama. Sedangakan subsistem adalah bagian dari gejala utama tersebut.

Nah di sini bisa kita contohkan megenai sistem pertanian. Kita semua tentunya sudah tahu bahwa dalam pendekatan geografi sistem pertanian adalah sistem utama yang berkaitan dengan pendekatan geografi. Maka sangat berkaitan erat sekali dengan tanah dan tingkat kesuburannya, begitupula dengan teknologi dan alat-alat yang canggih sebagai alat pelengkapnya, ataupun juga dengan cuaca dan segala unsur-unsur yang terkait di dalamnya yang merupakan sebuah subsistem.

Nah, dari penjelasan di atas bisa kita simpulkan bahwa ternyata dalam ilmu geografi itu terdapat 5 pendekatan. Yaitu pendekatan keruangan atau spasial, ekologi atau lingkungan, historis, analisi wilayah, dan sistem. Masing-masing pendekatan tersebut sangat bermanfaat sekali dalam melakukan analisis penelitian. Hanya biasanya, dari kelima pendekatan di atas yang lebih populer dan sering digunakan itu ada 3 pendekatan yaitu pendekatan keruangan, ekologi, dan analisis komplek wilayah.

Hal yang harus kita tahu dari beberapa pendekatan geografi di atas adalah bahwa semuanya adalah sebuah kesatuan yang utuh. Pendekatan yang utuh dan tepadu inilah yang dinamakan dengan pendekatan dalam ilmu geografi. Sehingga setiap fenomena alam mengenai keterkaitan ekosistem dengan ruang, gejala dan masalah yang ditimbulkan alam bisa dengan mudah dipecahkan dengan menggunakan pendekatan yang ini. Atau bahkan tidak menutup kemungkinan untuk menemukan alternatif-alternatif pemecahan yang lain.

Nah, demikianlah penjelasan mengenai pendekatan geografi yang bisa kami sampaikan kali ini. Semoga kalian semua tidak puas dengan artikel yang kami sajikan ini sehingga memicu kalian semua untuk mencari tahu informasi ini lebih banyak lagi dan menambah keilmuan kalian semua. Terimakasih untuk yang telah bersedia membaca artikel ini sampai akhir. Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat untuk kalian semua sebagai pembaca. Terimakasih!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *