Koherensi Adalah Penunjang Kesatuan Makna yang Utuh?

By | December 14, 2019

soalbelajar.web.id – Koherensi Adalah Penunjang Satu Kesatuan Makna yang Utuh, Benarkah? Pelajaran bahasa adalah salah satu mata pelajaran yang dianggap enteng. Bahkan saat ujian pun tetap dianggap mudah, mereka menyepelekan kemudian nilai yang didapatkan sangat tidak memuaskan. Hal tersebut terjadi pastinya karena tidak mempelajari tentang materinya, padahal jika dipelajari nilai sempurna bukan sesuatu yang mustahil. Ada salah satu materi yang sebenarnya mudah tetapi dianggap sulit, yaitu koherensi.

Koherensi sering kali disamakan dengan kohesi. Kedua unsur tersebut termasuk penting dalam suatu keutuhan wacana yang saling melengkapi. Kedua materi ini sebenarnya berbeda jelas terlihat dari pengertiannya, tetapi masih ada bahkan banyak yang salah saat membedakan keduanya dalam teks maupun lisan. Mereka mengalami kesulitan dalam membedakan sehingga menganggap keduanya sama. Sifat dari keduanya pun berbeda, kohesi lebih bersifat gramatikal atau sesuai dengan tata bahasa. Sedangkan Koherensi lebih bersifat semantis atau menyangkut dengan makna.

Koherensi adalah suatu ujaran atau teks yang dapat diterima dikarenakan persatuan semantis atau makna yang ada. Koherensi juga bisa diartikan menjadi hubungan antara teks atau ujaran dengan faktor di luar itu yang didasarkan pada pengetahuan seorang pembaca atau pendengarnya. Pengetahuan di luar teks ini kerap disebut dengan shared-context atau shared-knowledge.

Fakta, ide, dan kenyataan disusun rapi sehingga membentuk serangkai wacana yang logis serta mengandung pesan di dalamnya sehingga lebih mudah dipahami. Koherensi digunakan sebagai penghubung antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya dalam wacana sehingga membentuk satu kesatuan makna yang utuh. Arti dari koherensi sendiri menurut KBBI memiliki sebanyak empat arti yang berbeda, meliputi dalam nominal, dalam sastra, dalam ilmu bahasa, dan dalam kimia.

Koherensi juga memiliki arti yang lain dan berbeda menurut para ahli. Brown dan Yule di dalam Mulyana 2005:30, menyatakan bahwa koherensi adalah keterkaitan antara bagian yang satu dengan bagian lainnya, sehingga memiliki satu kesatuan makna yang utuh. Ada juga pendapat satu lagi, yaitu dari Keraf (1989:58) yang mengemukakan bahwa koherensi merupakan hubungan timbal balik yang baik dan jelas antar unsur-unsurnya, yang membentuk kalimat itu bagaimana hubungan antar subjek dan predikat, serta unsur pokok keterangan yang tadi.

Koherensi juga memiliki teori yang diberi nama Teori Koherensi, tetapi lebih dikenal dengan Teori Kebenaran Koherensi atau Coherence Theory of Truth. Teori ini didasarkan pada kriteria koheren atau berhubungan. Suatu pernyataan tersebut akan disebut benar jika penerima mampu menangkap informasi yang sesuai dari pengirim atau bersifat komprehensif. Pernyataan-pernyataan yang dilontarkan tadi juga berhubungan secara logis.

Koherensi adalah satu kesatuan makna yang utuh dari keterikatan antar bagian satu dengan yang lainnya. Supaya lebih jelas dan paham terkait koherensi, berikut ini adalah contoh kalimat dalam teks dan percakapan.

● Buah durian adalah salah satu buah primadona Indonesia yang tidak perlu diragukan lagi kelezatannya.
● Sita (menarik lengan Sito): “Ayo pulang!”
Sito (berjalan menuju danau): “Tanggung ke sini nggak main perahu, sebentar saja.”

Contoh di atas tidak ada penerapan kohesi, tetapi kita semua tahu maksud dari kalimat-kalimat tadi. Selain itu, dalam contoh percakapan tersebut Sita dapat menangkap maksud yang disampaikan oleh Sito dan keduanya saling mengerti. Pengetahuan bersama pun muncul dengan adanya penafsiran dari lawan bicaranya.

Kesimpulan yang dapat diambil dari penjelasan di atas bahwa koherensi adalah salah satu bagian penting yang menunjang sebuah satu kesatuan makna yang utuh di dalam wacana. Apabila dalam sebuah wacana tidak memiliki koherensi, maka hubungan semantik-pragmatik pun tidak terbangun dan tidak logis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *