Ciri – Ciri Kalimat Langsung yang Mudah Dipahami

By | December 22, 2019

soalbelajar.web.id – Ciri – ciri kalimat langsung yang mudah dipahami secara umum! Kalimat merupakan salah satu hal yang sering muncul di paragraf. Apalagi perlu kamu ketahui ada dua jenis kalimat yaitu kalimat yang langsung dan kalimat yang tidak langsung. Tentu kedua jenis kalimat tersebut memang berbeda antara kalimat yang langsung dengan kalimat yang tidak langsung. Agar kamu tidak salah paham dengan jenis kalimatnya maka kamu harus mengetahui terlebih dahulu seperti apa jenis kalimat tersebut.

Biasanya kalimat yang langsung maupun kalimat yang tidak langsung ini sering hadir di sebuah paragraf. Biasanya satu paragraf ada yang berisi lima kalimat atau enam kalimat tergantung kepada orang yang menulisnya. Tetapi untuk menghindari kesalahpahaman yang terjadi maka kamu harus mengetahui seperti apa contoh kalimat langsung. Sebelum mengetahui contohnya, hal yang paling utama adalah mengetahui ciri – cirinya. Mau tahu seperti apa? Pahami ciri – cirinya di bawah ini, ya!

Mempunyai Huruf Kapital

Ciri – ciri yang bisa kamu dapatkan yang pertama adalah mempunyai huruf kapital. Karena salah satu ciri ini yang bisa menjadi pertanda bahwa kalimat tersebut adalah kalimat langsung. Biasanya huruf kapital terdapat di bagian paling depan tetapi untuk huruf selanjutnya tidak perlu huruf kapital lagi melainkan huruf kecil yang seperti biasa. Biasanya ciri yang satu ini yang paling mudah dipahami karena hanya mengandalkan huruf kapital saja di bagian paling depan.

Walaupun terlihat seperti sepele tetapi hal ini harus diperhatikan dengan baik – baik apalagi hal ini juga termasuk sebagai tata cara penulisan yang baik dan benar. Misalnya, Ayah berkata, ” Jadilah anak yang mandiri, jangan manja!”. Inilah salah satu contoh yang bisa kamu pahami mengenai kalimat yang langsung. Jadi pada intinya, kalimat langsung berupa teriak dari seseorang kepada diri kamu sendiri. Contohnya seperti Ayah, Ibu, Kakak, Nenek dan yang lainnya.

Terdapat Kutipan Disertai dengan Koma

Kalau ciri yang sebelumnya mengenai huruf kapital maka ciri yang kedua ini adalah terdapat kutipan disertai dengan koma. Kalau bisa diperhatikan pada contoh ciri yang pertama maka kamu bisa mengetahui terdapat kutipan dan koma pada contoh tersebut. Dengan adanya koma pada kalimat maka bisa mempertegas kalimat langsung yang telah dibuat. Dengan begitu, orang bisa mengetahui bahwa kalimat yang dibuat adalah kalimat yang langsung dan bukan kalimat tidak langsung.

Kalau kamu masih paham dengan contoh pada ciri yang pertama, maka kamu bisa memahami contoh pada ciri yang kedua ini. Contoh pada ciri kedua adalah “Kamu harus menjadi anak yang sholehah dan menurut kepada kedua orang tua,” kata Bu Indah. Kalau bisa dibandingkan antara contoh pada ciri yang pertama dan contoh pada ciri yang kedua tentu berbeda jelas. Kalau pada ciri yang kedua lebih menunjukkan seperti memberikan nasihat kepada seseorang.

Terdapat Tanda Pisah Jika Sedang Berdialog

Ciri yang terakhir ini adalah terdapat tanda pisah jika sedang berdialog. Walaupun percakapan dialog tetapi percakapan dialog ini juga termasuk ke dalam kalimat langsung. Tetapi ada syarat, harus diberikan tanda pisah seperti titik dua setelah nama tokoh. Baru setelah itu menjelaskan tentang kalimatnya.

Contohnya:

Gina: “Di situ panas atau hujan, Sa? Di tempatku panas banget.”

Salsa: “Masak, sih? Di sini malah hujan deras lho, Gin.”

Bagaimana? Sudah paham mengenai kalimat langsung, bukan? Semoga ciri – ciri di atas bisa membantu memahami jenis kalimatnya, ya. Selamat belajar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *