Jenis-jenis Mikroskop, Fungsi dan Kegunaannya

By | February 23, 2020

soalbelajar.web.id – Jenis-jenis Mikroskop, Fungsi dan Kegunaannya¬ – Seiring dengan perkembangan zaman, pertumbuhan serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga ikut berkembang. Banyak para ahli mencapai prestasinya sendiri- sendiri mulai dari menemukan rumus- rumus untuk memecahkan persoalan, menemukan alat- alat yang berguna untuk kehidupan serta juga menemukan alat- alat yang sangat dibutuhkan untuk mengamati objek/ benda yang berukuran kecil yakni ukuran Mikro bahkan ukuran Nano, seperti halnya Mikroskop

Mikroskop adalah salah satu alat yang digunakan oleh kaum pelajar, dari siswa, mahasiswa bahkan professor untuk mengamati objek / benda yang berukuran kecil seperti bakteri, virus, sel dan benda- benda kecil lainnya yang tidako dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop juga banyak ditemui pada laboratorium- laboratorium biologi atau pun diruangan medis pada sebuah rumah sakit.

Keahlian dan kemahiran dalam menggunakan mikroskop sangatlah di perlukan, hal ini dapat dicapai melalui pengenalan atau pemahaman yang mendalam terhadap mikroskop mulai dari bagian- bagiannya, fungsinya serta penggunaannya. Semakin luas pemahaman tentang mikroskop semakin baik juga hasil mikrokopisnya.

Pada sebuah mikroskop yang paling sederhana biasanya menggunakan cahaya dari alam (matahari) sebagai alat bantu penerangan selama proses mikrokopis berlangsung. Serta juga bisa menggunakan cahaya lampu yang memadahi sebagai pengganti dari sinar matahari. Adapun jenis-jenis mikroskop secara garis besar serta pencahayaan yang digunakan pada cara kerjanya, mikroskop dapat di kelompokkan menjadi dua macam yakni, mikroskop cahaya dan mikroskop elektronik.

Mikroskop Cahaya

Sesuai dengan namanya, mikroskop cahaya Adalah alat yang di gunakan untuk mengamati benda/ objek yang amat kecil menggunakan bantuan dari cahaya luar baik itu cahaya matahari atau cahaya lampu. Mikroskop jenis ini memiliki ketergantungan kepada cahaya, dapat dipastikan jika malam hati atau pemadaman listrik mikroskop jenis ini tidak dapat di jaloankan dengan sempurna karena objek yang akan diamati tidak akan terlihat dengan jelas, bahkan tidak terlihat sama sekali.

Disisi lain mikroskop cahaya ini sudah bisa dikatakan cukup untuk melakukan pengamatan atau penelitian karena dapat melakukan pembesaran hingga 1000 kali dari ukuran benda / objek yang sedang diamati. Mikroskop jenis ini juga sering di temui pada sekolah-sekolah dengan jurusan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), atau jurusan biologi.

Adapun jenis-jenis mikroskop cahaya adalah sebagai berikut:

Mikroskrop Medan Terang

Mikroskop jenis ini memudahkan para pengamat untuk melihat objeknya, biasanya mikroskop jenis ini mempunyai ciri-ciri latar belakangnya (prepare) yang terang sedangkan objeknya terlihat gelap.

Prinsip kerja pada jenis ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan mikroskop cahaya pada umumnya, hanya saja tanpa menggunakan konsedor. Namun pada lensa objektifnya menggunakan lensa khusus yang memunculkan efek terang. Hal inilah yang menyebabkan objek/ benda yang di amati lebih terang dari pada latar belakangnya.

Baca juga: Mengenal Berbagai Macam Alat-Alat Laboratorium

Mikroskop Medan Gelap

Mikroskop jenis ini merupakan kebalikan dari mikroskop medan terang, karena pada proses mikrokopis yang akan terlihat terang adalah objek yang diteliti sedangkan latar belakangnya akan terlihat gelap. Mikroskop ini menggunakan konsedor khusus yang memantulkan cahaya dengan membentuk ruangan yang gelap. Sehingga objek yang hendak diteliti akan terlihat terang dan latar belakangnya terlihat gelap.

Mikroskop Ultraviolet

Mikroskop ultraviolet merupakan mikroskop yang dimudifikasi dari mikroskop cahaya. Pada mikroskop ini yang digunakan sebagai penerangan bukanlah cahaya matahari atau cahaya lampu melainkan cahaya atau sinar ultraviolet.

Karena sinar ultraviolet memiliki gelombang panjang yang lebih pendek sehingga menghasilkan objek yang diamati bisa dua kali lipat lebih besar dari pada yang dihasilkan menggunakan cahaya matahari atau lampu.

Cara kerja pada mikroskop ini terbilang cukup rumit, dimana objek / benda harus diletakkan dibagian pengamatan dengan diberi pencahayaan khusus (sinar ultraviolet) dibagian bawahnya. Serta hasilnya hanya bisa dilihat melalui lembaran film yang mirip dengan ronsen. Kerumkitan ini, membuat mikroskop ultraviolet jarang digunakan.

Mikroskop Elektronik

Jenis-jenis mikroskop lainnya yang semakin didukung dengan berkembangnya teknologi adalah mikroskop elektronik. Mikroskop elektronik merupakan perkembangan lanjutan dari mikroskop cahaya.

Mikroskop elektronik tidak lagi mengandalkan atau tergantung kepada cahaya matahri. Karena pencahayaan yang bekerja pada mikroskop ini berasal dari elektro dinamis dan elektro statik. Miksroskop yang sangat maju ini mempunyai daya perbesaran yang mencapai 100.000 kali atau lebih dari ukuran asli objek / benda yang diamati.

Sesuai dengan kemajuan serta perlengkapan yang dibutuhkan dalam mengoprasikannya, mikroskop ini cukup rumit untuk digunakan hanya orang-orang yang berpengalaman yang dapat mengoprasikan mikroskop ini.

Cara kerja mikroskop ini adalah dengan cara meletakkan objek yang diambil penampakannya pada lensa okuler yang canggih. Kemudian objek / benda diperbesar pada pengaturan electrode yang terdapat dalam mikroskop. Hasil dari penampakan tersebut akan divisualisasikan kedalam bentuk digital yang dapat dilihat dikomputer.

Secara umum jenis-jenis mikroskop elektronik dapat dibedakan menjadi tiga macam yakni sebagai berikut :

Mikroskop Elektron Transmisi

Apakah Anda tau cara kerja proyektor slide? Mikroskop elektron transmisi mimiliki cara kerja yang mirip dengan cara kerjanya proyektor slide, yang mana electron harus ditembuskan terlebih dahulu kedalam objek pengamatan. Serta sang pengamat dapat mengamati hasilnya melalui monitor pada komoputer yang terhubung dengan mikroskop tersebut. Daqlam penelitian Atom mikroskop jenis ini sangat penting karena mempunyai resolusi yang paling tinggi dari mikroskop lainnya.

Dengan keberadaan mikroskop ini para peneliti dapat memudahkan dalam menganalisis ukuran ataom dalam ukuran Nano. Gteknik yang diterapkan pada kinerja mikroskop inilah yang mendukung kemajuan penelitian pda bidang nanoteknoligi. Hasil- hasil dari penelitian nanoteknologi ini juga sudah banyak berkontribusi secara nyata dalam bidang elektronika, energy, konstruksi dan lain sebagainya.

Mikroskop Stereo

Jenis-jenis mikroskop lain yang tidak kalah canggi adalah mikroskrop stereo. Mikroskop stereo ini merupakan mikroskop yang sangat unik dari pada mikroskop lainnya karena hasil pengamatannya yang tampak berupa 3D. Dengan hasil pengamatan yang berupa 3D ini akan sangat membantu anda dalam melihat secara detail benda / objek yang diamati baik secara fisik ataupun secara tekstual. Namun pada mikroskop jenis ini Anda hanya bisa melakukan daya perbesaran 7 sampai 30 kali dari ukuran Aslinya

Mikroskop Elektron Scanning

Sesuai namanya, mikroskop ini merupakan mikroskop yang kegunaannya untuk mendeteksi permukaan pada benda saja. Proses penelitianpun hanya bisa dilakukan pada ruangan vakum. Mikroskop ini dilengkapi dengan daya perbesaran yang kecil yakni kekuatan perbesarannya hanya kisaran 0,1 MM.

Dari paparan di atas mungkin sedikit akan membantu Anda dalam mengenali jenis-jenis mikroskop serta kegunaannya. Sehingga Anda dapat menggunakan mikroskop pada tempatnya,. Karena jika Anda keliru dalam penggunakan hasil yang diperolek kurang maksimal sehingga pengamatan akan terkesan sia-sia.

Selain misroskop dapat di kelompokkan berdasarkan cahaya yang mendukung cara kerjanya, jenis mikroskop juga dapat dibedakan sesuai jumlah lensa yang digunakan yakni Mikroskop Monokuler (menggunakan satu lensa), dan Mikroskop Binokuler (menggunkanan dua lensa pembesar).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *